Selasa, 10 Februari 2015

Perbedaan Kanker dan Tumor

Kanker adalah suatu penyakit di mana terjadi pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal, cepat, dan tidak terkendali. Sel-sel kanker akan terus membelah diri, terlepas dari pengendalian pertumbuhan, dan tidak lagi menuruti hukum-hukum pembiakan. Bila pertumbuhan ini tidak cepat dihentikan dan diobati maka sel kanker akan berkembang terus. Sel kanker akan tumbuh menyusup ke jaringan sekitarnya (invasif), lalu membuat anak sebar (metastasis) ke ternpat yang lebih jauh melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Selanjutnya, akan tumbuh kanker baru di tempat lain sampai akhirnya menyebabkan kematian penderitanya.

Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri bila tubuh membutuhkannya seperti mengganti sel-sel yang rusak atau mati. Sebaliknya, sel kanker akan membelah diri meskipun tidak dibutuhkan sehingga terjadi kelebihan sel-sel baru. Kanker dapat tumbuh di semua sel jaringan tubuh, seperti sel kulit, sel hati, sel darah, sel otak, sel lambung, sel usus, sel paru, sel saluran kencing, dan berbagai macam sel tubuh lainnya. Oleh karena itu, dikenal bermacam-macam jenis kanker menurut sel atau jaringan asalnya. Keadaan ini yang menyebabkan adanya perbedaan kecepatan pertumbuhannya maupun reaksi terhadap pengobatan.

Dikenal beberapa jenis kanker, seperti karsinoma, sarkoma, limfoma (neoplasma sistem limfatik) atau leukemia (neoplasma ganas sel darah putih). Kar­sinoma merupakan tumor ganas yang berasal dari sel epitel, misalnya kanker payudara, kanker kulit, dan kanker lambung. Adapun sarkoma merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan mesodermal, misalnya fibrosarkoma (tumor ga­nas jaringan ikat), limfosarkoma (tumor ganas sistem limfatik), dan osteosarkoma (tumor ganas pada tulang).

Penyakit kanker tidak pandang bulu, dapat menyerang siapa pun pada se­mua golongan umur, tanpa memandang jenis kelamin, kebangsaan, atau golong­an. Namun demikian, kanker lebih sering menyerang manusia yang berusia lebih dari 40 tahun. Jenis kanker tertentu dapat lebih banyak mengenai golongan tertentu pula.

Meski kanker sama sekali tidak menular, tetapi ada faktor penyebab yang dapat ditularkan, misalnya virus hepatitis B dan C. Kedua virus tersebut menular dan diketahui bisa menyebabkan kanker hati. Beberapa tipe kanker juga dapat diturunkan karena adanya mutasi dari gen spesifik yang akan diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Kejadian tersebut bisa terlihat pada beberapa penyakit kanker seperti kanker payudara, kanker kolon dan melanoma. Adanya mutasi dari dua gen yang spesifik pada kanker payudara, yaitu BRCA-1 dan BRCA-2, dapat dicari pada DNA darah manusia. Dari test ini dapat diketahui adanya kemungkinan seorang perempuan bisa terkena kanker payudara pada usia yang lebih dini, yaitu sebelum berumur 40 tahun.

Tumor adalah istilah umum yang digunakan untuk segala pembengkakan atau benjolan yang disebabkan oleh apa pun, baik oleh pertumbuhan jaringan baru maupun adanya pengumpulan cairan seperti kista atau benjolan yang berisi darah akibat benturan. Namun, istilah tumor umumnya digunakan untuk menyatakan adanya benjolan yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan baru, tetapi bukan radang. Oleh karena itu, dikenal istilah tumor jinak (benigna, benign) dan tumor ganas (maligna, malignant) yang berarti kanker. Tumor jinak tumbuhnya lambat, setempat (lokal), tidak menyebar ke bagian lain dari tubuh serta jarang mengganggu kesehatan. 

Tahapan Sel Kanker Paru-Paru

Tahapan Kanker Paru-paru Sel Kecil

Dokter membagi kanker paru-paru sel kecil menjadi 2 tahap:
  • Tahap terbatas: Kanker ditemukan hanya pada satu sisi paru-paru dan jaringan terdekatnya.
  • Tahap ekstensif: Kanker ditemukan pada jaringan dada diluar paru-paru dimana tempat awal persebaran. Atau kanker ditemukan di organ yang cukup jauh.
Tahapan Kanker Paru-Paru Non Sel Kecil
  • Tahap Okultisme: Sel Kanker paru-paru ditemukan pada dahak atau sampel air yang diperoleh dari bronkoskopi namun tumornya sendiri tidak dapat terlihat di dalam paru-paru.    
  • Stadium 0: Sel kanker ditemukan hanya di dalam lapisan paru-paru terdalam. Tumor belum berkembang menembus lapisan ini. Tumor tahap 0 disebut juga carcinoma in situ. Tumor yang ada bukan merupakan kanker invasif.
  • Stadium I: Sel kanker terbatas pada area paru-paru saja. Jaringan disekitar paru-paru tetap normal.
  • Stadium II: Kanker telah menyebar hingga kelenjar getah bening, dinding dada, diafragma, lapisan paru-paru, atau lapisan luar yang mengelilingi jantung.
  • Stadium III: Kanker telah menyebar hingga kelenjar getah bening pada area dada antara jantung dan paru-paru. Saluran darah pada area ini kemungkinan juga terinfeksi. Kemungkinan kanker juga sudah menyebar ke bagian leher bawah.
  • Stadium IV: Kanker telah menyebar hingga ke sisi paru-paru lainnya atau bagian tubuh yang lain dan tidak dapat diangkat melalui pembedahan.

Minggu, 08 Februari 2015

Operasi Urat Syaraf Kejepit

Kapan operasi dilakukan?

Operasi diperlukan bila jepitan saraf sudah mnegancam terjadinya kerusakan saraf. Operasi diharapkan akan menghilangkan nyeri, mencegah kerusakan saraf dan memungkinkan terjadinya kesembuhan saraf bila kerusakan belum berat. Dokter bedah saraf menggunakan petanda tertentu untuk menilai perlu tidaknya operasi dan memperkirakan hasil yang dapat diperoleh dengan cara operasi. Petanda tersebut diperoleh dari pemeriksaan pasien dan penilaian kesuaiannya dengan hasil pemeriksaan pelengkap. Semakin sesuai hasil operasi semakin baik. Pada pemeriksaan kasus HNP, dokter akan melakukan test provokasi untuk memastikan diagnose dan memperkirakan hasil yang dapat dicapai dengan operasi.

Prosedur operasi saraf kejepit dapat bersifat konvensional atau bedah mikro dilakukan dengan bantuan alat mikrosop atau endoskop. Pilihan prosedur operasi tergantung pada ketersediaan alat dan temuan dari pemeriksaan pasien dan temuan dari gambar MRI. Angka kekambuhan setelah menjalani operasi berkisar antara 7-14%. Kekambuhan ini biasanya timbul pada ruas yang sama atau pada ruang diatas atau dibawahnya.

Pengobatan pada HNP meliputi operasi dan non operasi. Pada kasus HNP yang belum terjadi deficit neurologis, sebagian besar (70%) rasa nyeri akan berkurang atau hilang dengan obat. Pada kasus yang sudah terjadi deficit neulogis berupa gangguan raba-rasa dan kekuatan otot, pengobatan terpilih adalah operasi. Selain kedua modalitas pengobatan ini, blok saraf merupakan alternative pengobatan pada kasus-kasus tertentu dengan hasil yang memandai.

Setiap operasi selalu mengandung resiko komplikasi. Komplikasi yang dapat terjadi adalah pendarahan luka operasi, infeksi dan kelumpuan. Di era modern ini resiko komplikasi sangat rendah (<2%). Operasi oleh ahli bedah yang terlatih resiko kelumpuhan <0,5%.

Jumat, 06 Februari 2015

Penyebab Gondok

Sedangkan penyebab terjadinya pembesaran pada kelenjar tiroid dapat disebabkan oleh beberapa faktor :
  • Kekurangan yodium merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada kelenjar tiroid kita, kandungan yodium dapat kita temukan pada  makanan laut.
  • Penyakit gondok juga dapat disebabkan oleh karena terjangkitnya penyakit graves yang disebabkan oleh kelenjar tiroid yang memproduksi hormon tiroid berlebihan. Penyakit gondok juga dapat disebabkan karena kurangnya produksi hormon tiroid, sehingga produksi hormon tiroid harus seimbang agar terhindar dari penyakit gondok.
  • Gondok multinodular yang dimana kondisi seperti inii dapat menimbulkan benjolan padat atau yang terdapat cairan yang disebut dengan nodul, benjolan ini dapat berkembang pada kedua sisi tiroid sehingga dapat terjadi pembesaran pada kelenjar.
  • Nodul tiroid soliter. Hal ini dapat mengakibatkan nodul tunggal mengalami perkembangan pada satu bagian dari kelenjar tiroid, pada umumnya nodul ini bersifat non-kanker (jinak) dan tidak akan menyebabkan terjadinya kanker.
  • Pada masa kehamilan dapat menghasilkan hormon human chorionic gonadotropoin (HCG), hormon ini dapat menyebabkan pembesaran pada kelenjar gondok dengan skala ringan.
  • Terjadinya peradangan juga memicu terjadinya pembesaran kelenjar tiroid kita, sehingga mengakibatkan penyakit gondok.

Kamis, 05 Februari 2015

Pemicu Terjadinya Kanker Rahim

Meskipun belum diketahui secara pasti apa penyebab dari timbulnya sel kanaker di dalam rahim, namun Anda masih bisa mengetahui ada beberapa faktor yang memiliki potensi terjadinya kanker rahim.

Sepertinya, ada kemungkinan bahwa kanker rahim disebabkan oleh mutasi gen oleh sel rahim sehingga menimbulkan sel abnormal berupa kanker. Ada beberapa hal lain yang menjadi pemicu terjadinya kanker rahim, antara lain adalah

1. Perubahan keseimbangan hormon di dalam tubuh

Di dalam tubuh Anda terdapat dua hormon wanita yaitu estrogen dan progesterone, perubahan hormon di dalam tubuhini menyebabkan perubahan pada lapisna endometrium rahim Anda. Jika tubuh dalam kondisi menekan hormon progesterone dan memperbanyak produksi hormon estrogen, maka tubuh Anda memberikan kesempatan untuk kanker endometrium berkembang.

2. Lamanya menstruasi

Jika Anda memulai siklus menstruasi lebih awal, dalam usia yang muda, kisaran sebelum umur 12 tahun, atau mengalami menopause yang lambat, maka tubuh Anda punya potensi mengembangkan kanker rahim.

3. Tidak pernah hamil

Rahim ada di dalam tubuh Anda, tujuannya adalah untuk mempersiapkan tempat bagi Anda untuk hamil. Sudah menjadi odrat wanita untuk hamil, oleh karena itu, jika rahim tidak ‘digunakan’ untuk hamil, maka risiko kankr rahim juga lebih besa.

4. Usia tua

Semakin tua usia Anda, maka semakin tinggi risiko terkena kanker rahim. Ini mungkin dikarenakan Anda mengalami menopause dan rahim sudah tua.

Orang Yang Mudah Mengidap Kanker Kulit

Orang apa saja yang mudah mengidap kanker kulit ?
  • Orang yang sering melakukan kegiatan diluar rumah
  • Dalam riwayat keluarga ada lebih dari 2 orang dalam keluarga yang mengidap kanker kulit
  • Warna bola mata yang lebih muda
  • Rambut berwarna agak kemerahan, keemasan
  • Kulit mudah muncul bintik
  • Di masa kanak-kanak pernah mengalami luka jemur serius
  • Orang yang dalam pekerjaan sering kontak dengan aspal, tar, minyak mineral

Minggu, 01 Februari 2015

Penanganan Hernia

Penanganan Hernia

Pembedahan yang dilakukan pada hernia kelipatan paha, pembedahan ini merupakan salah satu jalan yang paling baik. Dan begitu juga untuk kasus penyakit hernia yang memang sudah terlebih dahulu ditegakkan diagnosisnya. Jika penyakit hernia ini menimbulkan komplikasi, maka biasanya akan muncul gejala seperti terjepitnya isi kantong dari hernia, maka pembedahan yang ahrus dilakukan dengan cepat dengan cara mempersiapkan minimal dalam membantu menyelematkan bagian orang yang terjepit didalam kantong hernia tersebut.

Resiko yang muncul dari pembedahan juga cukup tinggi. Baik dalam hal resiko dan juga dari segi pembedahan serta segi pembiusan. Oleh karena itu, jika ada hernia pada bagian lipat paha bayi dan anak, pembedahan yang dilakukan secara berencana juga harus sudah dipersiapkan namun tanpe melihat usia dan juga melihat berat badan si bayi atau juga anak. Karena, pembedahannya sendiri merupakan salah satu bentuk tindakan untuk bisa membantu memutus hubungan yang terjalin diantara rongga perut dengan kantonf hernia tadi.